Sunday, October 9, 2016

BAHASA PEMROGRAMAN PADA SOSIAL MEDIA DAN SOSIAL NETWORK



NAMA            : AZ’MA JOEVANCA VALLIANT DIPUTRA
NIM                : 1605551107
MATA KULIAH : SOSMED C
DOSEN          : I PUTU AGUS EKA PRATAMA ST.MT
JURUSAN      : TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS   : TEKNIK
UNIVERSITAS: UNIVERSITAS UDAYANA

Media Sosial atau jejaring social adalah sebuah wadah untuk kita berinteraksi dengan orang lain, dimana pun dan kapan pun. Media social sendiri tidak diciptakan sesederhana menggunakan media social itu sendiri. Media social diciptakan dengan menggunakan sebuah Bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman sendiri pun tidak hanya satu atau dua, melainkan ada banyak. Satu media social dengan media social lainnya bias saja menggunakan Bahasa pemrograman yang sama dan bias juga berbeda. Tergantung si pencipta dari media social itu. Contoh media social dan jenis Bahasa pemrograman yang digunakan adalah facebook menggunakan Bahasa pemrograman PHP, lalu youtube yang menggunakan Flash, pyton dan java, Yahoo menggunakan PHP dan java, Microsoft Live.com menggunakan NET, Blogger menggunakan Java, Twitter menggunakan ruby on rails. Scala dan java. Masih banyak lagi media social yang menggunakan Bahasa pemrograman yang saya sebutkan diatas.
Apakah Bahasa pemrograman itu? Pada zaman ini kita tidak asing lagi dengan Bahasa pemrograman yang menjadi dasar dari sebuah media social di zaman ini. Bahasa pemrograman adalah notasi yang digunakan untuk menulis program (komputer). Bahasa ini dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu bahasa mesin, bahasa tingkat rendah dan bahasa tingkat tinggi. Bahasa mesin (machine language) berupa microinstruction atau hardware. Programnya sangat panjang dan sulit dipahami. Di samping itu sangat tergantung pada arsitektur mesin. Keunggulannya adalah prosesnya sangat cepat dan tidak perlu interpreter atau penterjemah. Bahasa tingkat rendah (low level language) berupa macroinstruction (assembly). Seperti halnya bahasa mesin, bahasa tingkat rendah tergantung pada arsitektur mesin. Programnya panjang dan sulit dipahami walaupun prosesnya cepat.Jenis bahasa tingkat ini perlu penterjemah berupa assembler. Bahasa tingkat tinggi (high level language) menyerupai struktur bahasa manusia sehingga mudah dipahami. Bahasa ini tidak tergantung pada arsitektur mesin tetapi memerlukan penterjemah berupa compiler atau interpreter. Secara garis besar ada dua kategori bahasa pemrograman yaitu: bahasa pemrograman aras rendah (low level) dan bahasa pemrograman level tinggi (high level). Bahasa pemrograman aras rendah cenderung mendekati level komputer, ini artinya bahwa bahasanya ditulis mendekati atau sama dengan bahasa mesin komputer, hal ini sangat sulit ditulis karena bahasanya jauh dari bahasa manusia yang digunakan sehari-hari. Bahasa pemrograman yang lebih mudah dipelajari adalah bahasa pemrograman aras tinggi. Disebut aras tinggi karena bahasanya mendekati level bahasa manusia sehingga lebih mudah dipahami.


Sumber :
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Drs.%20Totok%20Sukardiyono,%20M.T./Buku%20Bahasa%20Pemrograman%20Lengkap.pdf

No comments:

Post a Comment