NAMA : AZ’MA JOEVANCA VALLIANT DIPUTRA
NIM : 1605551107
MATA KULIAH :
SOSMED C
DOSEN : I PUTU AGUS EKA PRATAMA ST.MT
JURUSAN : TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS : TEKNIK
UNIVERSITAS: UNIVERSITAS
UDAYANA
Media Sosial atau
jejaring social adalah sebuah wadah untuk kita berinteraksi dengan orang lain,
dimana pun dan kapan pun. Media social sendiri tidak diciptakan sesederhana
menggunakan media social itu sendiri. Media social diciptakan dengan menggunakan
sebuah Bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman sendiri pun tidak hanya satu atau
dua, melainkan ada banyak. Satu media social dengan media social lainnya bias saja
menggunakan Bahasa pemrograman yang sama dan bias juga berbeda. Tergantung si
pencipta dari media social itu. Contoh media social dan jenis Bahasa pemrograman
yang digunakan adalah facebook menggunakan Bahasa pemrograman PHP, lalu youtube
yang menggunakan Flash, pyton dan java, Yahoo menggunakan PHP dan java,
Microsoft Live.com menggunakan NET, Blogger menggunakan Java, Twitter
menggunakan ruby on rails. Scala dan java. Masih banyak lagi media social yang menggunakan Bahasa pemrograman
yang saya sebutkan diatas.
Apakah Bahasa
pemrograman itu? Pada zaman ini kita tidak asing lagi dengan Bahasa pemrograman
yang menjadi dasar dari sebuah media social di zaman ini. Bahasa pemrograman
adalah notasi yang digunakan untuk menulis program (komputer). Bahasa ini dibagi
menjadi tiga tingkatan yaitu bahasa mesin, bahasa tingkat rendah dan bahasa
tingkat tinggi. Bahasa mesin (machine language) berupa microinstruction atau
hardware. Programnya sangat panjang dan sulit dipahami. Di samping itu sangat
tergantung pada arsitektur mesin. Keunggulannya adalah prosesnya sangat cepat
dan tidak perlu interpreter atau penterjemah. Bahasa tingkat rendah (low level
language) berupa macroinstruction (assembly). Seperti halnya bahasa mesin,
bahasa tingkat rendah tergantung pada arsitektur mesin. Programnya panjang dan
sulit dipahami walaupun prosesnya cepat.Jenis bahasa tingkat ini perlu penterjemah
berupa assembler. Bahasa tingkat tinggi (high level language) menyerupai
struktur bahasa manusia sehingga mudah dipahami.
Bahasa ini tidak tergantung pada arsitektur mesin tetapi memerlukan penterjemah
berupa compiler atau interpreter. Secara garis besar ada dua kategori
bahasa pemrograman yaitu: bahasa pemrograman aras rendah (low level) dan bahasa
pemrograman level tinggi (high level). Bahasa pemrograman aras rendah cenderung
mendekati level komputer, ini artinya bahwa bahasanya ditulis mendekati atau
sama dengan bahasa mesin komputer, hal ini sangat sulit ditulis karena
bahasanya jauh dari bahasa manusia yang digunakan sehari-hari. Bahasa pemrograman
yang lebih mudah dipelajari adalah bahasa pemrograman aras tinggi. Disebut aras
tinggi karena bahasanya mendekati level bahasa manusia sehingga lebih mudah
dipahami.
Sumber :
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Drs.%20Totok%20Sukardiyono,%20M.T./Buku%20Bahasa%20Pemrograman%20Lengkap.pdf
No comments:
Post a Comment